Review Materi Algoritma dan Pemrograman Ke-3

Pada pertemuan ke-3 Kelas besar Algoritma dan Pemrogaman

kita membahas

Program Control – Selection:

–Selection Definition

–If

–If-Else

–Nested If

–Program Examples Using If

–Switch-Case

–?: Operator

–Error Type

 

pertama-tama kita belajar membedakan If, If Else, dan Nested If, yang erupanakan syntax yang sangat sering kita temukan saat pemrogaman menggunakan C, C++, C# dan java.

Kalau kita menggunakan If saja berati kita punya 1 kondisi yang bernilai benar (TRUE)yang akan memberikan 1 pernyataan.

Kalau kita menggunakan If Else kita mempunyai 2 Kondisi, yaitu benar (TRUE) atau salah (FALSE). jika pernyataan yang diterima sesuai dengan kondisi IF maka printah If akan dijalankan. jika tidak maka Else yang akan di jalankan

contohnya dalam potongan program yang saya buat:

printf(“tekan 0 jika anda suka saya\n tekan angka selain0 jika anda benci saya”);

scanf(“%d,&X”); fflush(stdin);

IF(X=0){printf (“saya suka kamu juga”)}

else {printf (“saya tidak suka kamu juga”)}

jika diterima iput angka selain 0 maka akan tercetak :”saya tidak suka kamu juga”

Kalau kita menggunakan Nested if kita harus mempunyai belih dari 2 Kondisi, jika pernyataan yang diterima sesuai dengan kondisi IF maka printah If akan dijalankan. jika tidak maka Else yang akan di jalankan jika masih tidak sesuai maka proram akan menjalankan else yang lain hingga sesuai.

contohnya dalam potongan program yang saya buat:

printf(“tekan 0 jika anda suka saya\n tekan angka 1 jika anda benci saya\n tekan angka 2 jika anda biasa saja”);

scanf(“%d,&X”); fflush(stdin);

if(X=0){printf (“saya suka kamu juga”)}

else if (X=1) {printf (“saya tidak suka kamu juga”)}

else if (X=2) {printf (“saya tidak suka kamu jawab gitu”)}

jika diterima iput angka 1 maka akan tercetak :”saya tidak suka kamu juga”.

 

selanjutnya kita bahas- Selection: SWITCH-CASE

fungsinya hampir sama dengn If Else tapi, hal yang bisa kita kerjakan dengan If- Else belum tntu dapat kita kerjakan dengan switch case

berikut contoh program yang saya buat dengan menggunakan keduanya:
#include <stdio.h>
int main()
{
int tm, uas, uts, nilaiakhir;
char grade;
printf(“masukan nilai=\n”);
scanf (“%d”,&tm);
fflush (stdin);

printf(“masukan nilai=\n”);
scanf (“%d”,&uas);
fflush (stdin);

printf(“masukan nilai=\n”);
scanf (“%d”,&uts);
fflush (stdin);

nilaiakhir= tm*20/100+uts*30/100+uas*50/100;

printf(“%d”,nilaiakhir);

if (nilaiakhir<=100 && nilaiakhir >=81 )
{ grade = ‘a’;
printf (“grade anda = A\n”);
}
else if (nilaiakhir<=80 && nilaiakhir >=71 )
{ grade = ‘b’;
printf (“grade anda = B\n”);
}

else if (nilaiakhir<=70 && nilaiakhir >=51 )
{ grade = ‘c’;
printf (“grade anda = C\n”);
}

else if (nilaiakhir<= 50 && nilaiakhir >= 0 )
{ grade = ‘d’;
printf (“grade anda = D\n”);
}

switch (grade)
{case ‘a’ : printf(“Mantap\n”);
break;

case ‘b’ : printf(“bagus\n”);
break;

case ‘c’ : printf(“cukup\n”);
break;

case ‘d’ : printf(“Mati aja\n”);
break;

getchar ();

return 0;

 

setelah membahas syntax yang akan sering kita jumpai, kita membahas: ?: Operator

opertor ? : dapat digukan untuk mengganti syntax If hanya saja bedanya opertor 😕 membelikan nilai benar, tidak speerti If yang berjalan jika pernyataan bernilai benar.

seperti ini:

if(a > b)

max_value = a;

else

max_value = b;

dapat kita tulis menjadi:

max_value = (a > b) ? a : b;

setelah itu ikta membahas Go To and Label

pada era sekarang ini Go TO label sudah jarang di gukakan dan sudak tidak di kembangakan karena penggunaan Go To label dapat menyebabkan kebingungan dan dokumentasi yang membuat orang bingung karena dengan menggunakan Go To label kita dapat meng skip pembacaan program dari abris ke baris yang dikehendaki tetapi dpaat membingungan.

jadi tidak perlu dipelajari tidak apa.

Setelah membahas bergai Sintax dan Operator kita membahas berbagai jenis Error yang akan sering kita jumpai dalam programming sebagai programmer Newbie.

  • Compile-Time Error

–caused by syntax error(kesalahan programmer dalam mengunakan Syntax)

  • Link-Time Error

–success fully compiled, but cause link error

–caused by no object code at link time (kesalahan programmer dalam memasukan link yang berisi program data data yang salah lokasi penympannan)

  • Run-Time Error

–successfully compiled, but error at runtime. Usually caused by numerical operation such as: overflow, floating point underflow, division by zero, etc.(kesalahan programmer dalam mengunakan tipe data, misalnya kita memasukan angka 26299261 tetapi tipe datanya int yang hanya mampu menampung -128 sampai127.)

  • Logical Error

–wrong result caused by incorrect logical flow/algorithm(kesalahan programmer dalam mengunakan otak mereka untuk menentukan algoritma pemrogramman yang dpaat menghasilkan hasil Out-put yang diinginkan)

 

 

sekian yang saya pelajari Pada kelas besar ke-3 di semester 1 ini.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *